LatarBelakang Diselenggarakannya Islamic Book Fair. Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jakarta, Afrizal Sinaro, mengemukakan latar belakang diselenggarakannya Islamic Book Fair (IBF) yang telah berjalan sejak 2001. Menurutnya, IBF terinspirasi dari dua pameran buku terbesar di Indonesia saat itu, yaitu Indonesia Book Fair dan Jakarta Book
TheArt Newspaper is the journal of record for the visual arts world, covering international news and events. Based in London and New York, the English
IslamicBook Fair 2013!!! Pameran Buku Islam terbesar di-Indonesia tahun 2013 sudah dimulai Jumat, 1 Maret 2013. Sebanyak 80 (delapan puluh) acara akan digelar selama perhelatan Islamic Book Fair (IBF) sampai 10 Maret 2013 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan -
Vay Tiền Nhanh.
JAKARTA-Islamic Book Fair IBF atau pameran buku Islam, akan digelar kembali pada tahun 2023 oleh Ikatan Penerbit Indonesia Ikapi DKI Jakarta. Pameran ini akan dilaksanakan pada 20-24 September Panitia IBF 2023, Abdul Hakim mengatakan, pameran buku-buku dan produk Islami yang ke-21 ini akan diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta. "Tahun 2023, IBF akan dilaksanakan di Istora," ujar Hakim saat acara Launching IBF 2023 dan Konkerda Ikapi DKI di Jakarta, Selasa 14/3.Hakim menjelaskan, pada pameran kali ini, panitia menyiapkan sebanyak 257 stan. "Lokasinya meliputi seluruh area Istora, baik lantai bawah maupun lantai atas," terangnya. Dan oleh panitia, ruangan Istora dibuat menjadi beberapa bagian, seperti ruang Makkah, Madinah, Arafah, Mina, Marwah, Shofa, dan Jabal dengan IBF ini juga, kata Hakim, pihaknya mengangkat tema pameran bertajuk "Berakhlak dan Berprestasi dengan Literasi Islami." Pemilihan tema ini, kata Hakim, untuk mengajak umat menjadi semakin lebih baik."Ketika pandemi covid-19, seluruh sendi perekonomian mengalami keterpurukan, termasuk dunia penerbit. Maka pameran tahun lalu, kami mengangkat tema semangat optimisme, dan kini ketika badai pandemi berlaku, saatnya kita berprestasi dan berakhlak yang lebih baik," ujar Wakil Ketua Ikapi DKI Jakarta lanjutnya, tahun 2023-2024 merupakan tahun politik yang sangat rawan dan sering muncul konflik dengan berbagai pernak-perniknya. Tak jarang, kata dia, konflik itu berkepanjangan dan dapat membuat hubungan persahabatan menjadi rusak. "Atas dasar itulah, maka akhlak yang baik harus dikedepankan agar tidak muncul pertikaian yang membahayakan. Sebab, akhlak yang baik menjadi cerminan untuk senantiasa damai," menggelorakan IBF 2023 ini, panitia penyelenggara, ungkap Hakim, terus mengampanyekan berbagai acara pra-event, seperti IBF Goes to Pesantren, Dinas Pendidikan, Perpustakaan Daerah maupun sekolah. "IBF sudah menjadi destinasi wisata literasi," tahun-tahun sebelumnya, IBF 2023 juga akan diberlakukan tiket masuk. "Untuk pelajar Rp. 10 ribu, dan untuk umum Rp. 15 ribu per orang," lain yang disediakan panitia IBF untuk menunjang kenyamanan antara lain food court, mushola, lahan parkir, dan Dewan Pertimbangan Ikapi DKI Jakarta, Tohir Bawazir mengajak para penerbit untuk bersama-sama meramaikan Islamic Book Fair maupun pameran buku lainnya. Sebab, pameran itu menjadi acuan dan wujud partisipasi penerbit mendukung perkembangan literasi di Indonesia. "Jadi, kita tidak hanya sekadar menerbitkan buku, tetapi juga mengampanyekannya. Saya mengajak teman-teman penerbit untuk terlibat bersama. Ini bagian dari partisipasi kita semua," lanjut Tohir menjelaskan, hajatan IBF telah berlangsung selama 21 tahun ini terus berjalan. "Kita bersyukur dapat menyelenggarakan acara ini tanpa kenal lelah. IBF sudah menjadi milik kita bersama untuk membesarkannya," papar Pustaka Al Kautsar ini menambahkan, pameran IBF ini sangat penting bagi penerbit untuk menginvestasikan keuangan mereka. "Selain ajang silaturahim sesama stakeholder perbukuan, IBF ini juga banyak manfaatnya bagi penerbit, yakni melalui pameran IBF ini kita bisa meningkatkan tabungan atau investasi kita. Jadi buka. menabung untuk IBF tetapi sebaliknya melalui IBF kita bisa menambah tabungan," ujarnya sambil tersenyum. Syahruddin El Fikri
JAKARTA - Islamic Book Fair IBF 2013 akan digelar mulai besok, Jumat 1/3, hingga 10 Maret mendatang. Saat ini, sejumlah persiapan mulai dilakukan untuk menyambut acara tahunan pantauan Republika, saat ini ratusan peserta pameran mulai memadati Istora Senayan untuk merapihkan stand buku mereka. Tak hanya buku, di pameran itu juga ada stand yang menjual busana muslim dan aksesoris satu peserta pameran, Aryadi mengatakan ini merupakan kali ketiga ia menjadi peserta dalam IBF. Tak tanggung-tanggung, di IBF kali ini ia bahkan menyewa enam stand untuk menjual buku-buku keIslaman dari perusahaannya, Pustaka Ukhuwah Al Wadi. Selain buku, stand ini juga menjual madu lain yang wajib dikunjungi di IBF adalah Haura Collection. Stand ini bukan menjual busana muslim biasa, tapi jas hujan muslimah dengan aneka motif yang cantik. Stand ini menyediakan jas hujan muslimah dalam berbagai bentuk, seperti gamis, rok, dan celana panjang, tentunya dengan aneka motif yang menarik yang tidak ada di pasaran. Zahra, pemilik stand Haura Collection mengatakan, ini merupakan tahun kedua ia berpartisipasi dalam IBF. "Selama ini responnya di IBF selalu bagus," ujar dia yang tidak memasang target pendapatan pada pameran ini.
islamic book fair 2013