Berikutini yang bukan merupakan penyebab Revolusi Prancis adalah . Pemerintahan Raja Louis XVI yang sewenang-wenang terhadap rakyat Prancis Pemungutan pajak yang terlalu memberatkan rakyat Defisit keuangan negara akibat sifat boros dari keluarga kerajaan Kebijakan raja yang memihak rakyat Adanya Madam Defisit yaitu Marie Antoinette NP Vay Nhanh Fast Money. Revolusi Perancis terjadi pada tahun 1789-1799 yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte. Revolusi ini menjadi salah satu revolusi besar dunia yang mampu mengubah tatanan hidup masyarakat, khususnya warga Perancis. Dampak yang diberi dari revolusi Perancis menimbulkan perubahan yang mendalam terhadap perkembangan sejarah modern. Penyebab Revolusi PerancisTerjadinya Revolusi PerancisBerakhirnya Revolusi PerancisDampak Revolusi Perancis1. Bidang Politik2. Bidang Sosial3. Bidang EkonomiDampak Revolusi Perancis pada Indonesia Penyebab utama terjadinya Revolusi Perancis adalah adanya ketidakpuasan terhadap “Ancien Regime”. Anciem regime yaitu suatu sistem aristokratik di Perancis, dibawah pemerintahan dinasti Valois dan Bourbon pada abad ke-14 sampai 18. Dari masalah itu, lalu berimbas dengan adanya perekonomian yang tidak sehat, panen yang buruk, kenaikan harga pangan, dan sistem transportasi yang tidak memadai. Sehingga, menimbulkan rasa benci dari rakyat terhadap pemerintah. Kebencian terhadap pemerintah ini, muncul seiring dengan berkembangnya cita-cita pencerahan. Pencerahan yaitu suatu masa di sekitar abad ke-18 di Eropa yang diketahui memiliki kepercayaan tradisional. Selain itu, banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya revolusi Perancis, diantaranya yaitu Kemarahan terhadap absolutisme kerajaan. Kemarahan terhadap signeurialisme di kalangan kaum buruh, para petani, dan sampai batas tertentu kaum borjuis. Bangkitnya gagasan-gagasan kaum pencerahan. Utang nasional yang tidak terkendali, yang disebabkan dan diperparah oleh sistem pajak yang tidak seimbang. Situasi ekonomi yang buruk, yang sebagian disebabkan oleh keterlibatan Perancis, dan bantuan terhadap Revolusi Amerika. Kelangkaan makanan di bulan-bulan menjelang revolusi. Kemarahan terhadap hak-hak istimewa kaum bangsawan dan dominasi dalam kehidupan politik oleh kelas profesional yang ambisius. Kebencian terhadap intoleransi agama. Kegagalan Louis XVI menangani gejala-gejala ini secara efektif. Terjadinya Revolusi Perancis Pada 14 Juli 1789 yaitu puncak kemarahan rakyat yang ditandai dengan penyerbuan dan sekaligus meluluhlantahkan penjara Bastille. Hari itu juga adalah awal dimulainya revolusi Perancis, yang kelak menjadi inspirasi revolusi di sejumlah negara Eropa dan revolusi industri. Sebuah era yang menandai hidupnya demokratisasi dalam segala sendi kehidupan. Bastille seakan menjadi hakim yang mewakili ketimpangan sosial. Tidak jelas benar apakah revolusi di Iran dan China terinspirasi dari Bastille atau tidak. Bagaimana dengan Indonesia? Menurut seorang ahli sosiologi, Indonesia tidak memiliki tampang sedikitpun dalam melakukan revolusi. Revolusi di Perancis tidak bisa dilepaskan dari sosok Napoleon Bonaparte. Dia terlahir dari keluarga bangsawan, pada 15 Agustus 1769 di sebuah pulau bernama Corsica. Kecerdasannya, membuat dia melesat cepat di dunia militer. Hampir seluruh daratan Eropa berada dalam genggamannya. Politik, masa menjelang revolusi membawa Perancis secara tidak terelakkan ke arah perang terhadap Austria dan sekutu-sekutunya. Sang Raja, kelompok Feuillant, dan Girondin khususnya menginginkan perang. Mereka mengharapkan perang akan menaikkan popularitasnya, mereka juga meramalkan kesempatan buat memanfaatkan tiap kekalahan, yang hasilnya akan membuatnya lebih kuat. Kelompok Girondin ingin menyebarkan revolusi ke seluruh Eropa. Cuma beberapa Jacobin radikal yang menentang perang, lebih memilih konsolidasi dan mengembangkan revolusi didalam negeri. Kaisar Austria Leopold II, saudara Marie Antoinette berharap menghindari perang, namun ia meninggal pada tanggal 1 Maret 1792. Perancis menyatakan perang pada Austria 20 April 1792. Prusia bergabung di pihak Austria beberapa minggu kemudian, maka sejak itu perang Revolusi Perancis telah dimulai. Setelah pertempuran kecil sebagai awal berlangsungnya perang sengit buat Perancis, maka pertempuran militer yang berarti pada perang itu terjadi dengan adanya Pertempuran Valmy antara Perancis dan Prusia 20 September 1792. Meski hujan lebat menghambat revolusi, tetapi artileri Perancis membuktikan keunggulannya. Tapi sejak masa itu, Perancis menghadapi huru-hara dan monarki udah menjadi sebagai masa lalu. Berakhirnya Revolusi Perancis Lalu, revolusi Perancis berhasil ditaklukkan oleh Napoleon Bonaparte, kemudian dia di angkat menjadi kaisar Perancis. Revolusi berhasil menguasai istana pada tanggal 16 Januari 1793 M. Raja Louis XVI dipenggal dengan pisau Guillotine, kemudian menyusul Maria Antoinette. Perancis dibawah pemerintahan revolusioner membentuk negara, dengan tentara milisi dipimpin Napoleon Bonaparte yang bersemboyan liberte, egalite, dan fraternette. Sedangkan, rakyat terus mengobarkan revolusi, mereka menyanyikan lagu Merseillaise menjadi lagu nasional Perancis sekarang. Dalam perjalanan revolusi, Napoleon Bounaparte jadi “sang Penyelamat”, menyelamatkan Perancis dari gempuran negara-negara berkoalisi, bahkan oleh rakyat lalu beliau diangkat jadi kaisar. Pada perang koalisi VI, tahun 1814, Perancis dikalahkan oleh pasukan koalisi dan Napoleon dibuang ke pulau Elba. Tahun 1815 Napoleon meloloskan diri dan terjadi perang koalisi ke VII, akhirnya Perancis bisa dikalahkan kembali dan Napoleon dibuang ke pulau St. Helena. Revolusi Perancis membawa pengaruh yang sangat luas, secara politis lahirnya paham-paham baru seperti liberalism, demokrasi, dan nasionalisme sebagai perkembangan dari semboyan revolusi liberte, egalite, dan fraternette. Penghapusan sistem ekonomi feodalis, terjadinya industrialisasi di Eropa akibat block kade ekonomi Inggris oleh Napoleon, dan Inggris kehilangan pasar di Eropa. Revolusi Perancis tidak cuma membawa pengaruh besar di daratan Eropa, tapi juga udah meluas ke berbagai benua sampai ke Indonesia. Dampak Revolusi Perancis Revolusi Perancis memberikan banyak dampak terhadap pemerintah Perancis sendiri ataupun negara lain, diantaranya yaitu 1. Bidang Politik Setelah terjadinya Revolusi Perancis, sistem politik di Perancis jelas terlihat. Dimana, kekuasaan absolut sangat dikecam oleh rakyat. Paham liberal juga muncul yang kemudian menyebar sampai ke penjuru dunia, seperti Spanyol, Jerman, Rusia, Austria, dan Italia. 2. Bidang Sosial Pada bidang sosial dampak yang terjadi yaitu stratifikasi sosial di negara Perancis udah dihapuskan, serta memberikan hak dan kewajiban yang sama terhadap seluruh rakyat. Kemudian, memberikan kebebasan dalam menentukan agama, pendidikan, dan pekerjaan. 3. Bidang Ekonomi Dihapusnya sistem gilde, yaitu sistem dalam peraturan perdagangan. Dengan dihapusnya sistem gilde ini, maka perdagangan dan industri dapat berkembang dengan cukup baik di Perancis. Selain itu, kehidupan petani juga mengalami peningkatan, karena dihapusnya pajak feodal. Petani juga diberikan hak untuk memiliki tanah. Dampak Revolusi Perancis pada Indonesia Salah satu wilayah yang terkena dampak positif dari Revolusi Perancis adalah Indonesia. Beberapa paham yang turut dijadikan sebagai penggerak untuk mencari jalan kemerdekaan dan kebabasan Indonesia, yaitu 1. Paham Demokrasi Pengaruh Belanda yang saat itu berkuasa di Indonesia, memutuskan kaum bumiputera harus mengikuti wajib militer untuk memperkuat keamanan. Mendengar hal itu, Budi Utomo lalu mengirimkan wakilnya yaitu Dwidjosewoyo buat melakukan perundingan dan negosiasi terhadap para pemimpin Belanda di Indonesia. Hasil negosiasi itu, pemerintah Belanda tidak jadi memberikan wajib militer bagi penduduk pribumi. Hal itu, lalu digantikan dengan pendirian Volksraad, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Hindia Belanda yang diresmikan 16 Desember 1916. Selain itu, bukti adanya paham demokrasi di Indonesia yaitu adanya tuntutan Indonesia berparlemen. 2. Paham Nasionalisme Paham nasionalisme muncul dan berkembang di daratan Eropa yang kemudian menyebar dengan cepat sampai ke Asia dan Afrika, salah satunya Indonesia. Salah satu organisasi Indonesia yang menganut paham nasionalisme adalah organisasi Budi Utomo. 3. Persatuan Revolusi Perancis bisa dikatakan berjalan dengan lancar yang disebabkan oleh adanya persatuan dari rakyat-rakyatnya. Hal itu, secara tidak langsung memberikan inspirasi bagi Indonesia untuk menumbuhkan sikap persatuan dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Salah satu bukti awal lahirnya persatuan di Indonesia adalah digunakannya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Gimana ulasan diatas tadi? Sangat mudah dipahami kan? Itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai Revolusi Perancis. Semoga pembahasan diatas, bisa membantu dan bermanfaat untuk kalian semua sobat 😀 Originally posted 2021-09-18 151458. Pengertian Revolusi Perancis menurut Wikipedia Ensiklopedia adalah masa dalam sejarah Perancis antara tahun 1789 sampai dengan 1799, dimana para demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Perancis dan memaksa Gereja Katholik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal. Revolusi Perancis yang dalam hal ini terjadi pada periode pada tahun 1789 sampai 1799 telah menimbulkan dampak yang mendalam terhadap perkembangan sejarah modern dunia. Ada beberapa dampak yang diberikan dari Revolusi Perancis terhadap dunia antara lain yaitu Pertumbuhan republik dan demokrasi liberal. Menyebarnya sekularisme. Perkembangan ideologi modern. Dan penemuan gagasan perang total ialah beberapa warisan dari Revolusi Perancis. Sementara itu, peristiwa berikutnya yang juga terkait dengan Revolusi Perancis antara lain yaitu Perang Napoleon, 2 peristiwa restorasi monarki terpisah yaitu Restorasi Bourbon dan Monarki Juli, serta 2 revolusi lainnya pada tahun 1834 dan 1848 yang melahirkan Perancis modern. Lalu bagaimana dampak atau pengaruh Revolusi Perancis di Indonesia..?? Pengaruh Revolusi Perancis Terhadap Indonesia Yang salah satu wilayah yang terkena dampak positif dari terjadinya revolusi Perancis ialah Indonesia. Meskipun pada saat itu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia “NKRI” dan kemerdekaan Indonesia. Belum menemukan jalannya, namun peristiwa Revolusi Perancis telah memberikan inspirasi bagi para tokoh perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Adapun beberapa paham yang turut dijadikan sebagai motor penggerak massa mencari jalan Indonesia dalam kebebasan dan kemerdekaan ialah sebagai berikut Paham Nasionalisme Berdasarkan catatan sejarah yang pernah ada, paham nasionlisme muncul dan berkembang di daratan Eropa. Setelah adanya revolusi Perancis, paham ini menyebar dengan cepat di daratan Asia dan Afrika, tidak terkecuali di Indonesia dalam melawan negara imperialis Barat yaitu Belanda yang telah lama menduduki Indonesia. Boedi Oetomo yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 merupakan salah satu organisasi nasional yang telah mengikuti paham nasionalisme. Sebagai sebuah organisasi nasional pertama di Indonesia, Boedi Oetomo merupakan pelopor dan penyebar paham nasionalisme diseluruh wilayah Indonesia pada saat itu sehingga bermuculanlah organisasi pergerakan nasional di berbagai wilayah tanah air. Paham Demokrasi Walaupun tidak secara langsung terkena dampak dari terjadinya Revolusi Perancis, namun secara tidak langsung paham demokrasi yang mulai muncul di Indonesia pada abad ke-20 merupakan bukti menyebarnya paham demokrasi ke seluruh penjuru dunia. Hal ini dapat dilihat pada saat pemerintah Hindia Belanda yang pada waktu itu berkuasa di Indonesia memutuskan agar kaum bumi putera wajib militer guna memperkuat keamanan. Mendengar keputusan tersebut, maka Boedi Oetomo mengirimkan wakilnya yaitu Dwidjosewoyo untuk melakukan perundingan dan negosiasi terhadap para pemimpin Hindia Belanda di Indonesia. Dari hasil negosisasi tersebut, maka pemerintah Hindia Belanda tidak jadi memberikan wajib militer bagi penduduk pribumi melainkan diganti dengan pendirian Volksraad yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Hindia Belanda yang diresmikan pada tanggal 16 Desember 1916. Selain itu, adanya sistem parlemen di Indonesia juga merupakan bukti dari pengaruh paham demokrasi yang didengungkan dari Revolusi Perancis. Bentuk perjuangan dan asas yang dianut dalam sistem parlemen tentunya sedikit banyak terinspirasi oleh perjuangan rakyat Perancis pada masa Revolusi Perancis. Dengan adanya paham ini, maka partai-partai politik di Indonesia mulai bergabung dan membentuk wadah baru yang disebut “Gabungan Politik Indonesia GAPI”, dalam perjuangannya GAPI menyerukan bahwa Indonesia berparlemen. Hal ini dilakukan guna menghindari paham fasisme yang pada saat itu sangat meresahkan dunia khususnya pada masa perang dunia II. Paham Persatuan Revolusi Perancis telah menginspirasi bangsa Indonesia untuk menumbuhkan sikap persatuan dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Salah satu bukti awal lahirnya persatuan di Indonesia setelah adanya Revolusi Perancis ialah digunakannya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Hal ini diikrarkan oleh para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 yang dikenal dengan “Sumpah Pemuda”. Sejarah Terjadinya Revolusi Perancis Apakah Anda sudah mengetahui tentang Revolusi Perancis, serta bagaimana kejadian yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Perancis? Di sini penulis akan menjelaskan secara umum dan khusus terjadinya Revolusi Perancis, hingga berakhirnya Revolusi Perancis serta pendapat-pendapat para ahli mengenai Revolusi Perancis. Oleh karena itu, penulis berharap dengan adanya artikel mengenai Sejarah Terjadinya Revolusi Perancis, pembaca dapat lebih mengetahui dan memahami mengenai Revolusi Perancis. Mark dan Engels, 1951 . Penyebab Revolusi Perancis Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Perancis, diantaranya adalah Kemarahan terhadap absolutisme kerajaan. Kemarahan terhadap signeurialisme di kalangan kaun buruh, para petani, dan sampai batas tertentu kaum borjuis. Bangkitnya gagasan-gagasan kaum pencerahan. Utang nasional yang tidak terkendali, yang disebabkan dan diperparah oleh sistem pajak yang tidak seimbang. Situasi ekonomi yang buruk, yang sebagian disebabkan oleh keterlibatan Perancis, dan bantuan terhadap Revolusi Amerika. Kelangkaan makanan di bulan-bulan menjelang revolusi. Kemarahan terhadap hak-hak istimewa kaum bangsawan dan dominasi dalam kehidupan politik oleh kelas profesional yang ambisius. Kebencian terhadap intoleransi agama. Kegagalan Louis XVI menangani gejala-gejala ini secara efektif. Dari banyak faktor yang ada dan sebab-sebab terjadinya Revolusi Perancis yang paling mendominasi adalah karena keserakahan Raja Louis XVI dan Maria Antoinette istri Raja Louis XVI , yang mempergunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadinya. Oleh karena itu, ketika rakyat mengetahui tindakan yang dilakukan oleh rajanya yang sewenang-wenang, rakyat mulai memberontak dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menyerbu penjara Bastille, dan mengambil kebijakan hukuman mati berupa pemenggalan kepada Raja Louis XVI dan istrinya Maria Antoinette. Pada saat menjelang revolusi banyak kerusuhan-kerusuhan yang terjadi yang dilakukan oleh rakyat karena pada saat itu terjadi perebutan kudeta antara rakyat dan rajanya. Terjadinya Perang Revolusi Perancis Tanggal 14 Juli 1789 merupakan puncak kemarahan rakyat yang ditandai dengan penyerbuan dan sekaligus meluluhlantahkan penjara Bastille. Hari itu pula merupakan awal dimulainya revolusi Perancis, yang kelak juga menjadi inspirasi revolusi di sejumlah negara Eropa dan juga revolusi industri. Sebuah era yang menandai hidupnya demokratisasi dalam segala sendi kehidupan. Bastille seakan menjadi hakim yang mewakili ketimpangan sosial. Tak jelas benar apakah revolusi di Iran dan China terinspirasi dari Bastille atau tidak. Bagaimana dengan Indonesia? Menurut seorang ahli sosiologi, Indonesia tidak mempunyai tampang sedikitpun dalam melakukan revolusi. Revolusi di Perancis tak bisa dilepaskan dari sosok Napoleon Bonaparte. Ia terlahir dari keluarga bangsawan, pada tanggal 15 Agustus 1769 di sebuah pulau bernama Corsica. Kecerdasannya, membuat ia melesat cepat di dunia militer. Hampir seluruh daratan Eropa berada dalam genggamannya. Politik, masa menjelang revolusi membawa Perancis secara tak terelakkan ke arah perang terhadap Austria dan sekutu-sekutunya. Sang Raja, kelompok Feuillant, dan Girondin khususnya menginginkan perang. Mereka mengharapkan perang akan menaikkan popularitasnya, mereka juga meramalkan kesempatan untuk memanfaatkan tiap kekalahan, yang hasilnya akan membuatnya lebih kuat. Kelompok Girondin ingin menyebarkan revolusi ke seluruh Eropa. Hanya beberapa Jacobin radikal yang menentang perang, lebih memilih konsolidasi dan mengembangkan revolusi di dalam negeri. Kaisar Austria Leopold II, saudara Marie Antoinette berharap menghindari perang, namun ia meninggal pada tanggal 1 Maret 1792. Perancis menyatakan perang kepada Austria 20 April 1792. Prusia bergabung di pihak Austria beberapa minggu kemudian, maka sejak itu perang Revolusi Perancis telah dimulai. Setelah pertempuran kecil sebagai awal berlangsungnya perang sengit untuk Perancis, maka pertempuran militer yang berarti pada perang itu terjadi dengan adanya Pertempuran Valmy yang terjadi antara Perancis dan Prusia 20 September 1792. Meski hujan lebat menghambat revolusi namun, artileri Perancis membuktikan keunggulannya. Namun, sejak masa itu, Perancis menghadapi huru-hara dan monarki telah menjadi sebagai masa lalu. Berakhirnya Revolusi Perancis Kemudian Revolusi Perancis berhasil ditaklukkan oleh Napoleon Bonaparte, kemudian Napoleon di angkat menjadi kaisar Perancis. Revolusi berhasil menguasai istana, pada tanggal 16 Januari 1793 M. Raja Louis XVI dipenggal dengan pisau Guillotine, kemudian menyusul Maria Antoinette. Perancis di bawah pemerintahan revolusioner membentuk negara, dengan tentara milisi dipimpin Napoleon Bonnaparte yang bersemboyan liberte, egalite, dan fraternette yang diabadikan pada warna bendera biru-putih-merah , sementara itu rakyat terus mengobarkan revolusi, mereka menyanyikan lagu Merseillaise menjadi lagu nasional sekarang. Dalam perjalanan revolusi, Napoleon Bounaparte menjadi “sang Penyelamat”, menyelamatkan Perancis dari gempuran negara-negara berkoalisi, bahkan oleh rakyat kemudian beliau diangkat menjadi kaisar. Pada perang koalisi VI, tahun 1814, Perancis dikalahkan oleh pasukan koalisi dan Napoleon dibuang ke pulau Elba. Pada tahun 1815 Napoleon meloloskan diri dan terjadi perang koalisi ke VII, akhirnya Perancis dapat dikalahkan kembali dan Napoleon dibuang ke pulau St. Helena. Revolusi Perancis membawa pengaruh yang sangat luas , secara politis lahirnya paham-paham baru seperti liberalism, demokrasi, dan nasionalisme sebagai perkembangan dari semboyan revolusi liberte, egalite, dan fraternette. Secara ekonomis, penghapusan sistem ekonomi feodalis, terjadinya industrialisasi di Eropa akibat bloc kade ekonomi Inggris oleh Napoleon, dan Inggris kehilangan pasar di Eropa. Revolusi Perancis tidak hanya membawa pengaruh besar di daratan Eropa tetapi juga telah meluas ke berbagai benua hingga ke Indonesia. Pendapat mengenai Revolusi Perancis Perancis merupakan negeri yang lain daripada yang negeri lain. Perjuangan kelas historis berakhir sebagai penentu, yang secara konsekuen mewujudkan garis-garis besar bentuk politik yang berubah-ubah. Pada zaman pertengahan, Perancis dahulu adalah negeri teladan dalam hal monarki yang bersatu dan bersandar pada pangkat-pangkat sejak zaman Pencerahan ; namun Perancis kemudian menghancurkan feodalisme pada waktu revolusi besar. Perjuangan proletariat yang bangkit menentang borjuasi yang berkuasa secara tajam, dan akurat. Pada suatu negara tidak akan terjadi peperangan, bila dalam negara tersebut ada keselarasan dan saling keterbukaan antara raja atau pemimpinnya dengan rakyatnya. Mereka saling bekerja sama untuk membangun negaranya menjadi negara yang maju. Demikianlah artikel dari mengenai Revolusi Perancis Pengertian, Sejarah, Penyebab Terjadinya, Berakhirnya, Pendapat, dan Pengaruh Terhadap Indonesia, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya. Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari - Revolusi Perancis terjadi pada tahun 1789-1799 yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte. Revolusi ini menjadi salah satu revolusi besar dunia yang mampu mengubah tatanan hidup masyarakat, khususnya warga Perancis. Dampak yang diberi dari revolusi ini menimbulkan perubahan yang mendalam terhadap perkembangan sejarah modern. Baca juga Kehidupan Ekonomi pada Masa Orde Baru Penyebab Penyebab utama terjadinya Revolusi Perancis yaitu adanya ketidakpuasan terhadap ancien regime. Ancien regime adalah suatu sistem aristokratik di Perancis di bawah pemerintahan dinasti Valois dan Bourbon pada abad ke-14 sampai 18. Dari masalah tersebut kemudian berimbas dengan adanya perekonomian yang tidak sehat, panen yang buruk, kenaikan harga pangan, dan sistem transportasi yang tidak memadai, sehingga menimbulkan rasa benci dari rakyat terhadap pemerintah. Kebencian terhadap pemerintah ini muncul seiring dengan berkembangnya cita-cita Pencerahan. Pencerahan adalah suatu masa di sekitar abad ke-18 di Eropa yang diketahui memiliki kepercayaan tradisional. Baca juga Raja-Raja Kerajaan Tarumanegara Dampak Revolusi Perancis memberikan banyak dampah terhadap pemerintah Perancis sendiri maupun negara lain, salah satunya Indonesia. Dampak tersebut sebagai berikut

berikut ini yang bukan merupakan penyebab revolusi perancis adalah